74 Wasiat Pemuda Muslim: Panduan Akhlak, Ibadah & Sukses Syar'i
74 Wasiat Agung untuk Pemuda Muslim
Panduan komprehensif penataan akidah, ibadah, adab, dan muamalah harian. Dirancang khusus sebagai benteng spiritual dan kompas moral pemuda di era modern, berlandaskan dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah.
وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ
"Dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepadamu; bertakwalah kepada Allah..." (QS. An-Nisa' [4]: 131)
Arti Hakiki Takwa: Menjalankan seluruh perintah Allah dengan penuh ketundukan serta menjauhi segala bentuk larangan-Nya di atas landasan ilmu dan keikhlasan.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Aku wasiatkan kepada kalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah, serta mendengar dan taat..." (HR. Abu Dawud no. 4607 & Tirmidzi no. 2676, Sahih).
Pemurnian Niat & Perlindungan dari Riya'
Tancapkan keikhlasan murni hanya demi meraih keridaan Allah SWT dalam setiap tutur kata dan amal perbuatan. Waspadailah bahaya riya' (pamer) dan sum'ah (haus pujian) yang sanggup menggugurkan pahala amal kebajikan.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya..." (QS. Al-Bayyinah [98]: 5). HR. Bukhari no. 1 (Setiap amal bergantung niatnya).
Komitmen Meneladani Sunnah Nabi ﷺ
Jadikanlah petunjuk Rasulullah ﷺ sebagai tolok ukur utama dalam berucap, bertindak, beribadah, dan berakhlak. Keselamatan seorang pemuda terletak pada sejauh mana ia teguh memegang Sunnah di tengah arus zaman.
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu..." (QS. Al-Ahzab [33]: 21). HR. Muslim no. 1718 (Barangsiapa mengamalkan perkara baru tanpa petunjuk kami, maka tertolak).
Istiqamah dalam Ketakwaan Syar'i
Bangun tekad baja (* 'azam *) untuk senantiasa menundukkan diri di bawah aturan syariat. Laksanakan perintah Allah seoptimal kemampuan dan jauhi secara mutlak apa pun yang diharamkan-Nya.
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya..." (QS. Ali 'Imran [3]: 102). HR. Tirmidzi no. 1987 (Bertakwalah di mana pun engkau berada).
Taubat Nasuha & Konsistensi Istighfar
Jangan menunda taubat sewaktu usia muda. Basahi lisan setiap hari dengan istighfar dan sesali setiap kekhilafan dengan komitmen kuat untuk tidak mengulanginya kembali.
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya..." (QS. At-Tahrim [66]: 8). HR. Muslim no. 2702 (Rasulullah beristighfar 100 kali sehari).
Menghadirkan Kesadaran Muraqabah
Tanamkan dalam batin bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap detik langkahmu. Dia Maha Melihat perbuatanmu, Maha Mendengar ucapanmu, dan Maha Mengetahui rahasia tersembunyi di dalam dadamu.
"Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap." (QS. Qaf [50]: 18). Hadis Jibril tentang Ihsan (HR. Muslim no. 8).
Pondasi Enam Rukun Iman yang Utuh
Pelihara kekuatan akidah dengan meyakini secara mantap Allah SWT, Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Para Rasul-Nya, Hari Akhir, serta Takdir (*Qadar*) baik maupun buruk tanpa ada keraguan.
"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman..." (QS. Al-Baqarah [2]: 285).
Menjauhi Taqlid Buta & Memiliki Pendirian Syar'i
Hindari menjadi pemuda yang mengekor (*imma'ah*) tanpa analisis kritis syariat. Tuntutlah ilmu agar mampu memilah mana yang selaras dengan dalil Al-Qur'an/Sunnah dan mana pandangan keliru.
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui kepastiannya. Sungguh pendengaran, penglihatan dan hati nurani akan dimintai pertanggungjawaban." (QS. Al-Isra' [17]: 36).
Inisiator Kebaikan & Pelopor Amal Saleh
Jadilah pemuda garda terdepan dalam menginisiasi gerakan kebaikan di lingkunganmu. Setiap orang yang terinspirasi dan mengikutimu akan menjadi alir amalan pahala tanpa mengurangi pahala mereka.
"Barangsiapa membuat contoh kebaikan dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya..." (HR. Muslim no. 1017).
Mengkaji Kitab Rujukan Otentik
Rutinlah membaca dan mengajarkan kitab-kitab induk akhlak dan sunnah bersama keluarga, seperti *Riyadhus Shalihin* karya Imam An-Nawawi serta *Zaadul Ma'ad* karya Imam Ibnul Qayyim.
"Barangsiapa menelusuri jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim no. 2699).
Menjaga Dawam Wudhu & Kesucian Diri
Biasakan senantiasa berada dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar. Perbaharuilah wudhu setiap kali batal sebagai cermin kebersihan lahiriah dan batiniah.
"Bersuci adalah setengah dari keimanan..." (HR. Muslim no. 223). "Dan tidak ada yang senantiasa menjaga wudhu kecuali seorang mukmin." (HR. Ibnu Majah no. 277).
Kedisiplinan Shalat di Masjid (Isya & Subuh)
Tegakkan shalat lima waktu tepat pada waktunya secara berjamaah di masjid bagi laki-laki. Berikan perhatian ekstra pada shalat Isya dan Subuh yang menjadi tolok ukur kejujuran iman.
"Seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatangi keduanya walaupun dengan merangkak." (HR. Bukhari no. 657 & Muslim no. 437).
Menjaga Kebersihan & Bebas Bau Mengganggu
Jagalah keharuman mulut dan badan saat melangkah ke tempat ibadah. Hindari makanan berbau menyengat (seperti bawang mentah) serta jauhi rokok/vape agar tidak mengganggu malaikat dan jamaah lain.
"Barangsiapa memakan bawang putih atau bawang merah, hendaklah ia menjauhi kami dan menjauhi masjid kami..." (HR. Muslim no. 564).
Mengejar Keutamaan Pahala 27 Derajat
Jangan biasakan shalat sendirian jika tidak ada udzur syar'i. Kejarlah kelipatan pahala 27 kali lipat serta pengampunan dosa yang dijanjikan pada shalat berjamaah.
"Shalat berjamaah melampaui shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari no. 645 & Muslim no. 650).
Menunaikan Zakat & Menjauhi Kikir
Tunaikan kewajiban zakat mal dan zakat fitrah tepat waktu saat mencapai nisab. Pemuda muslim sejati pemurah hatinya dan bersuci dari penyakit kikir (*bukhul*).
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..." (QS. At-Taubah [9]: 103).
Bersegera Menyambut Shalat Jumat
Hadirilah shalat Jumat di awal waktu sebelum khatib naik mimbar. Terlambat hingga azan kedua berisiko kehilangan keutamaan catatat malaikat di pintu masjid.
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah..." (QS. Al-Jumu'ah [62]: 9).
Puasa Ramadan Berlandaskan Keimanan
Jalani ibadah puasa Ramadan dengan kesadaran iman murni dan mengharapkan pahala (*ihtisab*), agar Allah menghapuskan seluruh dosa-dosa kelam di masa lalu.
"Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 38 & Muslim no. 760).
Waspada Berbuka Tanpa Udzur Syar'i
Hati-hati dari membatalkan puasa di siang hari Ramadan tanpa alasan sah (seperti sakit berat atau safar). Perbuatan tersebut merupakan dosa besar yang mengikis keislaman.
HR. Ibnu Khuzaimah no. 1986 (Ancaman siksa berat bagi orang yang sengaja berbuka sebelum waktunya tiba).
Menghidupkan Malam Ramadan & Lailatul Qadar
Raihlah keutamaan shalat Tarawih dan berburulah malam Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir dengan meningkatkan ketakwaan dan ibadah batin.
"Barangsiapa mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 2014).
Bersegera Menunaikan Haji & Umrah Saat Mampu
Jangan menunda-nunda keberangkatan ke Baitullah jika kesehatan fisik dan finansialmu telah mencukupi. Manfaatkan tenaga muda untuk menyempurnakan rukun Islam.
"Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu..." (QS. Ali 'Imran [3]: 97).
Interaksi Tadabbur Dengan Al-Qur'an
Jangan sekadar membaca hurufnya, tetapi renungkan makna Al-Qur'an dan aplikasikan dalam keputusan hidupmu agar Kitab Suci menjadi pembela (*hujjah*) bagimu kelak.
"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka merenungkan ayat-ayatnya..." (QS. Sad [38]: 29). HR. Muslim no. 804 (Syafaat Al-Qur'an).
Kelezatan Basahnya Lisan Berdzikir
Perbanyaklah mengingat Allah dalam segala posisi: berdiri, duduk, maupun berbaring. Lindungi dirimu dari penyakit kelalaian hati (*ghaflah*) dengan kalimat thayyibah.
"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab [33]: 41). HR. Tirmidzi no. 3375.
Memakmurkan Taman-Taman Surga Dunia
Luangkan waktu menghadiri majelis ilmu syar'i dan kajian keislaman. Majelis dzikir adalah tempat berlabuhnya rahmat dan ketenangan jiwa pemuda.
"Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah." Para sahabat bertanya: "Apakah taman surga itu?" Beliau menjawab: "Majelis-majelis zikir/ilmu." (HR. Tirmidzi no. 3510).
Menundukkan Pandangan & Menutup Aurat
Tundukkan pandanganmu (*ghaddul bashar*) dari pemandangan haram di dunia nyata maupun media sosial. Pelihara kemaluanmu dan kenakan pakaian syar'i yang menutup aurat.
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..." (QS. An-Nur [24]: 30).
Membentengi Pendengaran dari Kemaksiatan
Jagalah telingamu dari mendengarkan ghibah, adu domba, musik/lirik yang mengajak maksiat, serta ucapan keji. Pendengaran adalah pintu masuk utama kebersihan hati.
"Sungguh pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra' [17]: 36).
Pengendalian Lisan & Keutamaan Diam
Kendalikan lisanmu dengan membiasakan tutur kata yang santun dan jujur. Jika tidak menemukan kebaikan dalam perkataan, pilihlah untuk diam demi keselamatan dunia-akhirat.
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari no. 6018 & Muslim no. 47).
Bakti Utama Kepada Kedua Orang Tua
Berbaktilah (*Birrul Walidain*) kepada ibu dan ayah dengan tutur kata lemah lembut, melayani kebutuhan mereka, serta tidak pernah membentak atau berkata "ah".
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak..." (QS. Al-Isra' [17]: 23-24).
Menyambung Tali Kekeluargaan (Silaturahmi)
Eratkan ikatan persaudaraan dengan kerabat dan sanak saudara. Jangan pernah memutuskan silaturahmi karena hal itu memperlapang rezeki dan memperpanjang umur berkah.
"Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari no. 5986 & Muslim no. 2557).
Mulia Berperilaku Kepada Tetangga & Tamu
Hormati tetangga sekitar tempat tinggalmu dan hindari memberi gangguan suara maupun tindakan. Muliakan pula tamu yang berkunjung dengan pelayanan terbaik.
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya dan tamunya." (HR. Bukhari no. 6018 & Muslim no. 47).
Menjaga Amanah & Menepati Komitmen Janji
Peliharalah setiap amanah yang dipercayakan kepadamu, baik tugas pekerjaan maupun rahasia saudara. Tepatilah janji yang terucap dan jauhi sifat pengkhianatan.
"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya." (QS. Al-Mu'minun [23]: 8). HR. Bukhari no. 33 (Ciri nifak).
Menghormati Yang Tua & Menyanyangi Yang Muda
Muliakanlah senior dan para tetua dengan penghormatan yang layaknya, serta bimbing dan sayangi yang lebih muda dengan keramahan serta kelembutan.
"Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua." (HR. Tirmidzi no. 1919).
Sifat Malu Syar'i Mahkota Perhiasan Pemuda
Miliki sifat malu (*haya'*) untuk berbuat dosa di mana pun berada. Rasa malu kepada Allah adalah perisai paling kokoh dari tindakan amoral.
"Rasa malu itu tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan." (HR. Bukhari no. 6117 & Muslim no. 37).
Rendah Hati (Tawadhu') & Jauhi Keangkuhan
Rendahkan hatimu di hadapan kebenaran dan sesama mukmin. Bersihkan kepribadianmu dari kesombongan (*kibr*), kebanggaan ilmu, atau status sosial.
"Tidaklah seseorang merendahkan hati karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya." (HR. Muslim no. 2888).
Keberanian Membela Kebenaran Syar'i
Miliki sifat pemberani (*syaja'ah*) dalam menegakkan prinsip-prinsip Islam. Hindari sifat penakut dan pengecut saat menghadapi kebatilan.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir..." (HR. Bukhari no. 2823).
Sifat Dermawan & Gemar Bersedekah
Sisihkan sebagian harta rezekimu untuk membantu fakir miskin dan mendukung kegiatan dakwah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru menyucikannya.
"Sedekah itu tidak akan mengurangi harta..." (HR. Muslim no. 2588). QS. Al-Baqarah [2]: 261.
Bersabar Atas Ujian & Bersyukur Atas Nikmat
Hiasi hidup dengan dua kepak sayap keimanan: bersabar saat ditimpa kesulitan dan bersyukur secara tulus ketika menerima kelapangan kenikmatan.
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah kebaikan..." (HR. Muslim no. 2999).
Mengendalikan Amarah & Gejolak Emosi
Pemuda yang kuat bukanlah yang jago bertarung fisik, melainkan yang sanggup meredam gejolak amarahnya saat tersulut emosi.
"Jangan marah, maka bagimu surga." (HR. Ath-Thabrani, Sahih). HR. Bukhari no. 6114 (Orang kuat yang mampu menahan amarah).
Sikap Lapang Dada & Saling Memaafkan
Maafkanlah kesalahan orang lain kepadamu dengan tulus. Menaruh dendam hanya membebani kesehatan jiwa dan menutup pintu kemuliaan.
"...Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?..." (QS. An-Nur [24]: 22).
Prinsip Kejujuran Mutlak (*Shiddiq*)
Pegang teguh prinsip kejujuran dalam setiap urusan, baik ucapan, perbuatan, maupun transaksi bisnis. Kejujuran menuntun pada kebaikan dan surga.
"Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan menuntun ke surga." (HR. Bukhari no. 6094 & Muslim no. 2607).
Pembersihan Hati dari Dengki (*Hasad*)
Bersihkan batinmu dari rasa iri dan dengki atas kenikmatan orang lain. Kedengkian adalah penyakit yang melahap kebaikan sebagaimana api membakar kayu kering.
"Jauhilah oleh kalian sifat hasad (dengki), karena kedengkian melahap kebaikan seperti api melahap kayu bakar." (HR. Abu Dawud no. 4903).
Menjauhi Prasangka Buruk & Tajassus
Hindari berprasangka buruk (*su'udzon*) serta mencari-cari keburukan atau privasi orang lain (*tajassus*). Kedepankan prasangka baik (*husnudzon*).
"Jauhilah olehmu sebagian besar prasangka... dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain..." (QS. Al-Hujurat [49]: 12).
Selektif Memilih Sahabat & Lingkungan
Pilihlah teman pergaulan yang saleh, yang senantiasa mengingatkanmu kepada Allah dan memotivasimu dalam kebaikan. Agama seseorang tercermin dari kawan dekatnya.
"Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya." (HR. Abu Dawud no. 4833).
Menjauhi Berkhalwat Dengan Non-Mahram
Hindari berdua-duaan (*khalwat*) dengan lawan jenis yang bukan mahram tanpa didampingi mahramnya. Yang ketiga di antara mereka adalah setan penyesat.
"Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita melainkan bersama mahramnya." (HR. Bukhari no. 5233 & Muslim no. 1341).
Menikah Syar'i Bila Telah Mampu (*Ba'ah*)
Segerakanlah pernikahan jika telah memiliki kesiapan fisik, mental, dan finansial untuk menjaga kesucian diri. Jika belum mampu, bentengi diri dengan puasa.
"Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian yang telah memiliki kemampuan, maka hendaklah ia menikah..." (HR. Bukhari no. 5066 & Muslim no. 1400).
Membina Rumah Tangga Syar'i & Rabbani
Pimpinlah keluarga dan anggota rumah tanggamu agar senantiasa taat kepada Allah. Lindungi mereka dari siksa neraka melalui pendidikan agama yang konsisten.
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim [66]: 6).
Mencari Rezeki Halal Lagi Thayyib
Pastikan setiap suap makanan dan harta yang masuk ke tubuhmu berasal dari pekerjaan yang jujur dan halal. Rezeki haram menghalangi terkabulnya doa.
"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi..." (QS. Al-Baqarah [2]: 168). HR. Muslim no. 1015.
Menjauhi Riba & Transaksi Haram
Jauhi secara mutlak praktik riba, judi online, penipuan, dan investasi syubhat/haram. Keberkahan harta terletak pada ketaatan hukum syariah.
"...Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..." (QS. Al-Baqarah [2]: 275). HR. Muslim no. 1598 (Melaknat pemakan riba).
Mengoptimalkan Usia Muda Sebelum Masa Tua
Manfaatkan stamina dan energi muda untuk menabung karya dan kebaikan sebelum datangnya usia tua, masa sakit, dan keterbatasan fisik.
"Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu..." (HR. Al-Hakim, Sahih).
Menjaga Kebugaran Fisik & Kesehatan Tubuh
Jagalah stamina tubuhmu dengan olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat cukup. Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah.
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah..." (HR. Muslim no. 2664).
Gaya Hidup Sederhana & Menjauhi Boros (*Israf*)
Hiduplah secara proporsional dan tidak berlebih-lebihan dalam berbelanja. Pemborosan adalah saudara dari kebiasaan setan yang merugikan.
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan..." (QS. Al-Isra' [17]: 26-27).
Menyebarkan Salam & Mempererat Ukhuwah
Biasakan mengucap salam ucapan (*Assalamu'alaikum*) kepada sesama muslim yang dikenal maupun tidak dikenal demi menumbuhkan rasa kasih sayang.
"Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu... tebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim no. 54).
Bijak Bermedia Sosial & Bebas Hoaks
Gunakan ruang digital untuk menyebarkan konten faedah dan kebaikan. Jangan menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, atau fitnah yang dicatat malaikat.
"Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika ia menceritakan setiap apa yang ia dengar." (HR. Muslim no. 5).
Memberantas Rasa Pemalas & Bekerja Gigih
Lawanlah rasa malas dan procrastination dalam menuntut ilmu maupun bekerja. Pemuda Rabbani memiliki etos kerja tinggi dan semangat membara.
"Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah." (HR. Muslim no. 2664).
Menuntut Ilmu Syar'i Secara Sistematis
Pelajarilah ilmu agama pokok (*Fardhu 'Ain*) seperti fiqih ibadah dasar dan pembersihan akidah sebelum mendalami masalah-masalah perbedaan pendapat rumit.
"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari no. 71 & Muslim no. 1037).
Mendoakan & Menghormati Para Ulama/Guru
Muliakanlah ustadz dan gurumu yang mengajarkan kebaikan. Doakan ampunan dan keselamatan bagi mereka atas ilmu yang telah ditransferkan.
"Bukan dari golongan kami orang yang tidak memuliakan ulama kami..." (HR. Ahmad, Hasan).
Mendoakan Kebaikan Pemimpin & Kedamaian
Pelihara kedamaian negeri dan doakan kebaikan bagi para pemimpin agar diberi hidayah dan kebijaksanaan mengelola rakyat.
"Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian..." (HR. Muslim no. 1855).
Sikap Moderat dalam Beragama (*Wasathiyah*)
Pilihlah pemahaman beragama yang pertengahan (*wasath*), tidak ekstrem melampaui batas (*ghuluw*) dan tidak pula meremehkan syariat (*tafrith*).
"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan (pertengahan)..." (QS. Al-Baqarah [2]: 143).
Amar Ma'ruf Nahi Munkar Secara Hikmah
Sampaikan nasihat kebaikan dan cegah kemungkaran dengan cara santun, hikmah, serta pengajaran bertahap tanpa rasa menghakimi.
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik..." (QS. An-Nahl [16]: 125). HR. Muslim no. 49.
Menutupi Aib Kekhilafan Saudara
Jika melihat kelemahan atau cela saudaramu, tutuplah aib tersebut dan berikan nasihat pribadi. Allah akan menutupi aibmu di hari kiamat.
"Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim no. 2699).
Mengingat Kematian & Menyiapkan Bekal
Ingatlah pemutus kenikmatan yaitu ajat kematian. Kematian tidak memandang usia muda, siapkan bekal amalan harianmu setiap saat.
"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan (yaitu kematian)." (HR. Tirmidzi no. 2307 & Nasai no. 1824). QS. Ali 'Imran [3]: 185.
Ziarah Kubur Untuk Melembutkan Hati
Lakukan ziarah kubur secara syar'i untuk mendoakan almarhum dan mengikis sifat kesombongan duniawi agar hati senantiasa terarah ke akhirat.
"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan pada akhirat." (HR. Muslim no. 976).
Istiqamah Shalat Rawatib 12 Rakaat
Rutinkan shalat sunnah Rawatib Mu'akkad (2 rakaat sebelum Subuh, 4 sebelum & 2 sesudah Zhuhur, 2 sesudah Maghrib, 2 sesudah Isya) sebagai jaminan rumah di surga.
"Barangsiapa mendirikan shalat sunnah 12 rakaat sehari semalam, niscaya dibangunkan baginya rumah di surga." (HR. Muslim no. 728).
Menjaga Rutinitas Shalat Dhuha
Luangkan waktu 2 hingga 8 rakaat shalat Dhuha di pagi hari sebagai bentuk kewajiban sedekah atas setiap persendian tubuhmu.
"Setiap pagi ada kewajiban sedekah atas setiap persendian kalian... dan dua rakaat Dhuha mencukupi semua itu." (HR. Muslim no. 720).
Menutup Ibadah Malam Dengan Shalat Witr
Jadikanlah shalat ganjil (Witr) sebagai penutup rangkaian shalat malammu sebelum tidur atau di sepertiga malam terakhir.
"Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah shalat witr." (HR. Bukhari no. 998 & Muslim no. 751).
Puasa Sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh
Biasakan berpuasa sunnah di hari Senin dan Kamis atau tiga hari pertengahan bulan (*Ayyamul Bidh*: 13, 14, 15 Hijriyah) untuk melatih hawa nafsu.
"Amal-amal manusia diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalku diperlihatkan saat aku berpuasa." (HR. Tirmidzi no. 747).
Rutin Zikir Pagi dan Petang
Jadikan zikir pagi dan petang sebagai benteng perlindungan utama dari gangguan penyakit, bahaya sihir, dan fitnah kejahatan manusia.
"Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang." (QS. Al-Ahzab [33]: 42). Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi.
Membaca Surah Al-Kahfi Hari Jumat
Bacalah Surah Al-Kahfi pada malam atau siang hari Jumat untuk mendapatkan pancaran cahaya keimanan di antara dua Jumat.
"Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya cahaya akan menyinarinya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim, Sahih).
Memperbanyak Shalawat Kepada Nabi ﷺ
Perbanyaklah mengagungkan dan bershalawat atas Rasulullah ﷺ, terutama di hari Jumat. Satu shalawat dibalas sepuluh rahmat dari Allah.
"Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat..." (HR. Abu Dawud no. 1047 & Al-Baihaqi).
Mendoakan Saudara Tanpa Sepengetahuannya
Doakanlah kebaikan bagi kawan, keluarga, dan umat Islam secara tersembunyi. Malaikat akan mengaminkan dan mendoakan hal serupa bagimu.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuannya adalah mustajab..." (HR. Muslim no. 2732).
Meringankan Kesusahan & Beban Saudara
Bantulah sesama muslim yang sedang mengalami kesulitan finansial, duka, atau kerumitan hidup. Allah akan meringankan kesulitanmu pada hari kiamat.
"Barangsiapa melapangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, Allah akan melapangkan kesusahannya pada hari kiamat..." (HR. Muslim no. 2699).
Menyucikan Diri dari Ujub & Kagum Diri
Waspadailah rasa kagum berlebihan terhadap kecerdasan atau amalan diri sendiri (*ujub*). Ingatlah bahwa seluruh pencapaian adalah karunia murni dari Allah.
"Tiga perkara yang membinasakan: hawa nafsu yang dituruti, sifat kikir yang ditaati, dan rasa kagum seseorang terhadap dirinya sendiri." (HR. Ath-Thabrani, Hasan).
Menjauhi Sumpah Palsu & Kesaksian Dusta
Jangan mempermainkan nama Allah dengan mengobral sumpah palsu atau memberikan kesaksian bohong dalam persidangan maupun urusan harian.
HR. Bukhari no. 2654 (Kesaksian palsu tergolong di antara dosa-dosa paling besar).
Ridha Terhadap Ketetapan Takdir Allah
Terimalah setiap ketentuan takdir ketetapan Allah (*Qadha' & Qadar*) dengan ikhlas setelah berikhtiar maksimal. Setiap ketetapan-Nya menyimpan hikmah indah.
"Maka ketahuilah, apa yang ditakdirkan menimpamu tidak akan meleset darimu..." (HR. Abu Dawud no. 4699, Sahih).
Mendoakan Orang Tua Sepanjang Hayat & Wafat
Jangan pernah terputus mendoakan ampunan dan kasih sayang bagi ibu dan ayahmu, baik semasa hidup mereka maupun setelah wafatnya.
"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631).
Muhasabah Malam Hari & Adab Tidur Syar'i
Tutup harimu dengan koreksi diri (*muhasabah*), memaafkan kesalahan sesama, membaca doa tidur, Ayatul Kursi, dan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas.
HR. Bukhari no. 6311 (Adab membaca doa, tiupan di telapak tangan, dan berbaring miring ke kanan).
Doa Ketaatan & Keteguhan Hati Pemuda
Semoga Allah SWT melimpahkan pertolongan dan taufik-Nya kepada kita semua agar sanggup mengamalkan wasiat-wasiat mulia ini dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikannya sebagai saksi kebaikan di Hari Akhir.
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ، وَاللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
"Ya Allah, Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Dan Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan." (HR. Muslim no. 2721 & Tirmidzi no. 2140).
Komentar
Posting Komentar